Sepupuku suka banget ma Death Note. Dia ngoleksi serial manga ini. Sebagai orang biasa yang harus pandai-pandai manfaatin keadaan karena dompet yang meskipun tebel tapi isinya kebanyakan kartu nama atau bon laundry dan foto box, fulus yang harus ditabung jauh-jauh hari kalo pengen beli buku atau bacaan lainnya (selain habis buat jajan sih), demi memuaskan hasrat terhadap manga terkenal ini, aku pinjem ma dia.
Waktu aku baca manga ini, hari sudah malam. Aku sih gak ngerasa takut atau parno, toh ini bukan serial misteri. Gak taunya, malamnya aku mimpi buruk. Nightmare, kalau minjem istilahnya orang luar sana. Ngimpi gak jelas yang berujung ketemu sama si Shinigami yang punya Death Note yang sekarang ada di tangan Light Yagami, Ryuk. Hyaaaaaaaaaaaaaaa................... bisa-bisanya aku ketemu dewa Kematian.
Sejak saat itu, begitu malam menjelang, bacaan menyeramkan atau yang genrenya mystery atau supernatural jadi haram buat aku. No way. Begitu terus sampai Twilightnya Stephanie Meyer ada di rumah.
Buku tentang kisah cinta seorang gadis manusia biasa dengan vampir ini menarik. Bagian romansnya aku skipped, langsung jumped ke bagian gimana Carslise, Edward, Alice, dkk metamorfosis dari manusia ke vampir, sampai chapter Bella diburu James. Gimanapun menariknya, terpaksa kututup buku ini karena malam sudah larut banget.
Tiba-tiba aku berada di hutan. Habis lari tapi kemudian berhenti untuk minum. Gak tahu kenapa mesti lari, tapi tiba-tiba bayangan James melintas? What? Aku dikejar salah satu vampir pemburu terbaik? How come? Gemetaran, langsung aja lari lagi. Untung sebelum ketangkep, aku berada di kamarku lagi.
Fyuh, untung cuma mimpi. Tapi takut juga. Bukan, bukan takut lagi, tapi amat sangat ketakutan sekali.
Aku sampai heran sendiri.kok bisa sih baca romans ini sampai terbawa mimpi. Yah, seperti yang terjadi sehabis peristiwa Death Note dulu, Twilight hanya kubaca sebelum twilight (rembang petang) menjelang. Yang minjemi aku novel ini malah meledekku. “gak papa, James kan cakep,” katanya. Gak mau lagi ah mimpi dikejar vampir, sekalipun cakepnya minta ampun.
Kamis, 19 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar