Bapak tiap pagi mendengarkan siaran berita di suatu stasiun radio di Surabaya. Dia berkata kalau salah satu penyiarnya pintar sekali, namanya Yoyong Burhanuddin. Karena penasaran, akhirnya stasiun radio yang biasanya aku dengerin sambil lalu, pagi itu kudengarkan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya.
Jujur saja, radio itu bukan pilihan pertama yang akan ku set, atau sesuai seleraku. Isinya berita melulu, lagu-lagunya jarang, old songs lagi. Aku masih seneng radio yang nyiarin banyak lagu, apalagi yang baru-baru.
Akhirnya aku ngerti kenapa Bapak bilang Yoyong smart. I was just mesmerized. Suaranya dalam, caranya ngomong enak didengerin, nada suaranya oke, responnya terhadap suatu kabar cool, opininya cerdas. Intinya, dalam pendengaranku (bukannya pengamatan berdasarkan penglihatan kayak yang umumnya terjadi, karena aku gak pernah bertatap muka atau ngeliat wajahnya) aku bisa menarik kesimpulan kalau opini (atau fakta ya?) yang disampaikan Bapak mengenai Yoyong bukan isapan jempol saja.
Yoyong luar biasa pintar. Bahkan menurut beberapa pendengarnya, ada tawaran untuk menduduki salah satu jabatan paling penting di negeri ini mampir padanya. Bahkan aku juga mendengar sendiri, di musim kampanye dan caleg ini, kalau banyak tawaran untuk jadi kandidat caleg dialamatkan padanya.ck ck...
Pagi itu juga, aku langsung ngefans sama dia. Mungkin ini ya yang disebut cinta pada pendengaran pertama. Kalau ada perumpamaan seperti itu sih, ehem.
Kamis, 19 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar